FERMENTASI BUAH DURIAN SEBAGAI
PENGHASIL ASAM PROPIONAT DAN ASAM ASETAT
Oleh :
JEFRI SAGALA (4113210013)
KIMIA,UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
PENDAHULUAN
Buah durian
umumnya dikonsumsi segar yaitu langsung
dikonsumsi, dibuat sari
buah atau ditambahkan ke
dalam es krim.
Untuk memperpanjang masa simpan
dan peng-anekaragaman
produk, durian dapat
pula diolah melalui serangkaian pengolahan- pengolahan. Pengolahan
daging durian dapat dikategorikan sebagai pengolahan yang
melibatkan mikroba atau diproses
secara mikrobiologi
(fermentasi) dan pengolahan
secara fisika kimia (non-fermentasi). Pengolahan
secara mikrobiologi merupakan proses
pengolahan yang melibatkan bakteri asam
laktat atau fermentasi.
Produk yang dihasilkan dikenal
dengan sebutan tempoyak. Pengolahan
durian secara fermentasi memanfaatkan kelebihan
durian atau durian
yang berkualitas jelek untuk
dikonsumsi segar. Pengolahan durian
yang dilakukan secara fermentasi tersebut
menghasilkan produk yang dikenal
dengan nama tempoyak.
Buah durian yang menjadi bahan utama dalam pembuatan makanan
tradisional ini memiliki kandungan gizi dan khasiat yang cukup tinggi. Hasil
penelitian ilmiah menyatakan bahwa durian mengandung unsur Sodium, kabrohidrat,
serat, protein, kalsium, fosfor, karoten, potassium, zat besi, vitamin C,
thiamin, niacin, riboflavin, vitamin B1, B2, dan vitamin C serta kalium, dan
fosfor. Sedangkan khasiatnya adalah mencegah faktor penuaan dari luar,
meningkatkan tekanan darah (zat besi), buah dan akarnya juga digunakan untuk
mengatasi bengkak, penyakit kulit, dan penyakit kuning. Sebagai makanan hasil fermentasi,
pembuatan tempoyak melibatkan sejumlah mikroorganisme penghasil asam laktat
atau lebih dikenal dengan bakteri asam laktat (BAL).
Bakteri asam
laktat (BAL) adalah
kelompok bakteri Gram positif,
tidak berspora, berbentuk bulat atau
batang dan dapat
mengubah karbohidrat menjadi asam
laktat. BAL mempunyai
peranan esensial hampir dalam
semua proses fermentasi makanan dan
minuman. Salah satu
peran utama bakteri ini
adalah untuk mengawetkan bahan makanan
dengan menghasilkan sebagian besar
asam laktat (bakteri homofermentatif), asam asetat,
etanol dan CO2(bakteri heterofermentatif) serta
bakteriosin
Tempoyak merupakan suatu jenis makanan tradisional yang
dibuat dari hasil fermentasi buah durian. Fungsi pengawetan ini sangat bagus
untuk menghindari pembusukan buah yang tidak diinginkan. tempoyak mempunyai
umur simpanan yang relatif cukup lama hingga musim durian berikutnya. Selain
berfungsi penting dalam pengawetan, juga berfungsi sebagai penyedap makanan
secara alami. Pemberian tempoyak terhadap beberapa sambal dan gulai akan
menambahkan cita rasa suatu untuk dimakan.
Buah durian yang menjadi bahan utama dalam pembuatan makanan
tradisional ini memiliki kandungan gizi dan khasiat yang cukup tinggi. Hasil
penelitian ilmiah menyatakan bahwa durian mengandung unsur Sodium, kabrohidrat,
serat, protein, kalsium, fosfor, karoten, potassium, zat besi, vitamin C,
thiamin, niacin, riboflavin, vitamin B1, B2, dan vitamin C serta kalium, dan
fosfor. Sedangkan khasiatnya adalah mencegah faktor penuaan dari luar,
meningkatkan tekanan darah (zat besi), buah dan akarnya juga digunakan untuk
mengatasi bengkak, penyakit kulit, dan penyakit kuning. Sebagai makanan hasil fermentasi,
pembuatan tempoyak melibatkan sejumlah mikroorganisme penghasil asam laktat
atau lebih dikenal dengan bakteri asam laktat (BAL).
BAL yang membentuk koloni disini adalah Lactobacillus casei
sub sp rhamnosus da Lactobacillus
fersantum, Dua
BAL tersebut memiliki karakter persamaan dan perbedaan masing-masingnya dalam
proses terbentuknya asam-asam organik pada tempoyak. Lactobacillus casei
memiliki karakter bersifat heterofermentatif, selama proses pembuatan tempoyak
mampu meningkatkan kadar asam laktat hingga 7 hari penyimpanan, produksi asam
asetatnya rendah, dan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri
Eschericia coli dengan mengeluarkan bakteriosin.Lactobacillus fersantum
sebagian juga memiliki karakter sama dengan Lactobacillus casei. Seperti, punya
kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli dengan
mengeluarkan bakteriosin.
Meski juga bersifat
heterofermentatif tapi hal tersebut tidak berlaku mutlak atau lebih dikenal
dengan fakultatif heterofermentatif. Karakter yang sedikit berbeda dalam hal
kemampuan menghasilkan asam laktat, Lactobacillus fersantum mempunyai kemampuan
paling lama hanya 5 hari penyimpanan. Sedangkan kemampuan menghasilkan asam
asetat, lebih tinggi dari pada bakteri lactobacillus casei Lactobacillus casei
dalam proses fermentasi tempoyak menghasilkan senyawa asam organik seperti;
asam laktat, asam butirat, asam asetat dan asam propionat. Sedangkan
Lactobacillus fersantum hanya membentuk asam laktat dan asam asetat. Selain
itu, bakteri asam laktat heterofermentatif mampu menghasilkan enzim
glukosa-6-fosfat dehidrogenase dan enzim 6-fosfoglukonat dehidrogenase,
sedangkan bakteri asam laktat fakultatif heterofermentatif menghasilkan
enzim-enzim fruktosa difosfat aldolase selain kedua enzim yang terdapat pada
heterofermentatif
Selama berlangsungnya fermentasi pada proses pembutan tempoyak akan terbentuk asam-asam
organik meliputi asam butirat 7,3 % untuk substrat daging buah kuning dan 6,2 %
untuk substrat daging buah putih, asam laktat 1,6% (daging buah putih) dan 1,7
% (daging buah kuning). Kadar asam asetat 0,34 % untuk daging buah putih dan
0,27 % untuk daging buah kuning, serta kadar asam malat dan sitrat kurang dari
0,01 %. Sejauh ini belum ada informasi tentang kemampuan pembentukan asam
organik baik jumlah dan jenisnya oleh masing-masing isolat bakteri
asam laktat
Bakteri asam laktat heterofermentatif mampu menghasilkan
enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase dan enzim 6-fosfoglukonat dehidrogenase,
sedangkan bakteri asam laktat fakultatif heterofermentatif menghasilkan
enzim-enzim fruktosa difosfat aldolase selain kedua enzim yang terdapat pada
heterofermentatif.
PROSES PENGOLAHAN
Alat yang umumnya digunakan adalah pisau untuk membuka
durian dan memisahkan daging buah dari bijinya. Serta toples atau wadah
penampung yang mempunyai tutupan sebagai tempat penyimpanan daging buah yang
sudah dipisahkan..Adapun
bahan-bahan yang digunakan adalah; daging buah durian (Durio zibethenus) yang
sudah dipisahkan dari dagingnya. Garam dan cabe rawit secukupnya untuk
ditaburkan pada daging buah. Pemakaian garam bukan suatu hal yang mutlak karena
sebagian masyarakat juga banyak tidak menggunakannya menghindari terjadinya keasinan.pemakaian garam secukupnya
(1,3%) akan mempercepat terjadinya proses pertumbuhan Bakteri
Asam Laktat. Sedangkan pemakaian cabe rawit secukupnya bertujuan untukmempercepat terjadinya reaksi fermentasi asam
laktat pada tempoyak.
Terlebih dahulu disiapkan sejumlah buah durian (Durio
zibethenus ) yang sudah matang. Bukalah buah durian dengan menggunakan pisau
dan pisahkan daging buah dari bijinya. Setelah daging buah terpisah masukkan
daging buah tersebut ke dalam toples atau wadah yang bisa ditutup. Taburkan
garam dan cabe rawit yang sudah digiling secukupnya. Kemudian toples yang
berisi daging buah durian tersebut disimpan pada ruang dengan suhu kamar
(36-37’ C). Lakukan penyimpanan selama 5 hingga 7 hari untuk hasil produk
tempoyak yang bagus.Waktu yang dibutuhkan dalam penyimpanan ini sebenarnya
sangat fleksibel tapi standar yang bagus adalah sekitar 5 hingga 7 hari
tersebut. Hal ini disebabkan pada hari tersebut kadar asam laktat dalam kondisi
tinggi, sedangkan lewat dari 7 hari sudah berubah menjadi asam organik lain
oleh bakteri fermentasi.
TAHAPAN REAKSI KIMIA
Reaksi kimia yang terjadi dalam proses pembuatan tempoyak
adalah reaksi fermentasi asam laktat hetero fermentatif. Artinya, selama proses
terbentuknya produk tempoyak tidak hanya menghasilkan asam laktat saja
(homfermentatif) tapi juga menghasilkan produk asam organik lainnya. Diantara
produk asam organik tersebut adalah; asam asetat, asam
propionate dan CO2.
Dalam proses reaksi fermentasi, senyawa glukosa yang
terdapat di dalam daging durian akan diubah oleh Bakteri Asam Laktat (BAL)
yaitu; Lactobacillus casei dan Lactobacillus fersantum menjadi gkulosa-6-P.
Kemudian diubah menjadi Gluconat-5P dan berubah lagi menjadi Xilose 5-P-CO2.
Xilose-5-P-CO2 nantinya akan terurai menjadi dua senyawa yaitu; Trose-3P dan
Acetyl P. Senyawa Trose-3P akan diubah menjadi
senyawa asam piruvat. Kemudian barulah diubah lagi menjadi senyawa asam laktat. Diperkirakan kemampuan menghasilkan
asam laktat ini berlangsung sekitar 5 hingga 7 hari. Beberapa hari berikutnya,
barulah senyawa ini akan terurai menjadi asam propionat, asam asetat dan CO2.
Berikut
alurnya secara lengkap:
Tempoyak
(hasil
fermentase durian)yang
bagus berlangsung pada saat kadar asam laktat masih berada dalam kosentrasi
yang tinggi. Peningkatan kosentrasi asam laktat berlangsung setelah penyimpanan
selama 5 hingga 7 hari. Setelah lewat 7 hari, asam organik lain seperti asam
propionat dan asam asetat akan mengalami peningkatan kosentrasi nantinya.
Kadar dan Jenis Asam Organik
Kadar dan jenis asam organik oleh isolat bakteri asam laktat dalam membentuk
asam organik pada media ekstrak daging buah durian. Hasil analisis ragamdata asam laktat dan uji polinomial ortogonal
menunjukkan bahwa hubungan antara jenis isolat bakteri asam laktat dan lama fermentasi
berbeda nyata , menunjukkan bahwa lama fermentasi terhadap produksi asam laktat
meningkat pada hari tertentu yaitu pada hari ke-6 yang kemudian menurun hingga pada
hari ke-12 fermentasi. Peningkatan produksi asam laktat pada hari ke-6
fermentasi menunjukkan bahwa aktivitas kedua isolat bakteri asam laktat
mencapai fase pertumbuhan logaritmik. ase logaritmik isolat B1 (Lactobacillus casei)
dan mulai pada hari ke-0 sampai hari ke-7.
Sedangkan isolat B2 Lactobacillus
fersantum mulai pada hari ke-0 sampai
hari ke-5. Pada fase logaritmik sel-sel bakteri akan tumbuh dan membelah diri
secara eksponensial sampai jumlah masimumdan dapat dibantu oleh faktor
lingkungan seperti pH, media tumbuh, nutrisi, tempratur, dan kelembapan udara .
Analisis ragam data asam asetat menunjukkan hubungan antara isolat bakteri,
lama fermentasi, dan interaksi keduanya menunjukkan perbedaan yang sangat
nyata. Hasil uji lanjut polinomial ortogonal produksi asam asetat oleh isolat bakteri
asam laktat B1 dan B2 menunjukkan perbedaan pola di antara kedua isolat
bakteri. Makin lama waktu fermentasi kadar asam butirat akan meningkat dan
menurun pada hari tertentu.
Sedangkan Perubahan pH disebabkan karena terbentuknya asam - asam organik
oleh keduaisolat bakteri asam laktat dalamsubstrat buah durian. Nilai pH pada
kedua isolat bakteri asam laktat tersebut masih merupakan pH optimum bagi
aktivitas bakteri asam laktat .Derajat keasaman (pH) yang optimum bagi
aktivitas bakteri asam laktat berkisar antara pH 3 – 8.
KESIMPULAN
Tempoyak merupakan fermentasi daging buah durian. Fermentasi Asam laktat yang
bersifat heterofermentatif ini melibatkan kinerja dari BAL seperti;
Lactobacillus casei sub sp rhamnosus dan Lactobacillus fersantum. Bakteri asam
laktat (BAL) adalah
kelompok bakteri Gram positif,
tidak berspora, berbentuk bulat atau
batang dan dapat
mengubah karbohidrat menjadi asam
laktat Hasil penelitian menurut Departemen Kesehatan (Depkes) bahwa
tempoyak yang bagus adalah jika disimpan dalam waktu sekitar 5 hingga 7 hari. Hasil isolat dari fermentasi dari asam propionat daasam asetat.Makin lama
waktu fermentasi kadar asam butirat akan meningkat dan menurun pada hari tertentu.
.Derajat keasaman (pH) yang optimum bagi aktivitas bakteri asam laktat berkisar
antara pH 3 – 8.
DAFTAR PUSTAKA
Dewayani.N.1997.Telaah
kandungan senyawa kimia dan mikrobiologi Tempoyak. Laporan penelitian.Fakultas
Pertanian Universitas Sriwijaya.Palembang
Ekowati, C.N.
1998. Mikroflora pada
Fermentasi Daging Buah Durian
(Tempoyak). Jurnal
Penelitian Sains dan
Teknologi. Edisi Khusus Desember
1998:140-147. Unila Press. Bandar
Lampung.
Nur,Hasrul Satria,pembentukan
asam asetat oleh isolat bakteri assam laktat pada media ekstrak daging buah
durian.
Yuliman ,neti,Pengolahan biji
durian fermentasi(Tempoyak) : Universitas Lampung
Yuliman,neti,Viabilitas inokulum
bakteri asam laktat(BAL) Yang dikeringkan secara kemoreaksi dengan Kalsium
Oksida dan aplikasi pada tempoyak: Universitas Lampung
www.Kandungan Buah Durian.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar